Kamis, 16 Mei 2013

Resensi Novel Cinta Suci Zahrana



Judul Buku   : Cinta Suci Zahrana 

Penulis           : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit         : Ihwah Publishing House

Cetakan          : Pertama, Mei 2011

Tempat           : Jakarta Selatan

Tebal Buku    : V (Lima) + 284 Halaman

ISBN               : 978-602-98221-6-8



Perjuangan Mendapatkan Cinta Suci
            Didalam sebuah novel pembangun jiwa ini begitu banyak pembelajaran yang sangat berarti bagi kehidupan kita kedepan, banyak sekali kata-kata yang bermakna yang dapat membangun jiwa pembaca. Novel yang ditulis oleh novelis nomor satu Indonesia, dan sebagai sastrawan peraih penghargaan Sastra Nusantara tingkat Asia Tenggara ialah Habiburrahman El Shirazy atau yang sering dipanggil kang Abik ini, memang benar-benar sangat menggugah hati para pembaca, tidak kalah dengan karyanya yang lain seperti Ayat-ayat Cinta (AAC), Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Dalam Mihrab Cinta (DMC), dll.
        Karya-karyanya sempat di jadikan film layar lebar dan tidak sedikit yang tertarik dengan film-film tersebut. Dan novel terbarunya yang berjudul Cinta Suci Zahrana ini juga telah di filmkan, dan dapat di saksikan di bioskop pada waktu yang telah di tentukan atau anda dapat membeli kaset dan CD nya.
            Novel ini berkisah tentang seorang perempuan yang bernama Zahrana atau lebih lengkapnya Dewi Zahrana. Dia seorang dosen di sebuah Universitas swasta di Semarang yaitu Universitas Mangunkarsa.
Di hari keberangkatannya ke China untuk menerima penghargaan yang luar biasa dari Tsinghu University di bidang Arsitektur. Karena artikelnya yang ia tulis di jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh RMIT Melbourne, Australia. Dan mendapat apresiasi yang luas dari pakar Arsitektur Dunia. Namun dia merasa sedih di hari yang istimewa ini, karena kedua orang tuanya bermuka dingin ketika dia memberitahukan bahwa ia akan mendapat penghargaan dari Tsinghu University, China.
Dia belajar dengan keras agar kedua orang tuanya bangga terhadap apa yang ia raih, tapi kedua orang tuanya tetap tidak begitu merespon baik terhadap semua prestasinya. Hingga akhirnya ia meminta bantuan kepada sahabat dekatnya sejak SMA yaitu Lina. Ia meminta kepada Lina supaya datang ke rumahnya untuk menemui kedua orang tuanya dan menanyakan “Mengapa mereka begitu dingin terhadapnya?”, Dan akhirnya sahabatnya itu datang dan berbincang-bincang banyak termasuk yang ingin ditanyakan Zahrana kepada kedua orang tuanya, dan akhirnya sahabatnya itu dapat mengetahui apa yang diinginkan kedua orang tuanya itu dan sahabatnya ini  memberitahukan beberapa saja lewat sms selebihnya akan ia bicarakan langsung ketika Zahrana kembali dari China.
 Setelah Zahrana kembali dari China, ia di sambut baik oleh mahasiswa, dan dosen-dosen yang menjemputnya di Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo. Dan masih banyak sambutan-sambutan yang lainnya, namun ia tetap penasaran dengan sahabatnya itu dan ia pun dengan cepat bergegas langsung ke rumah sahabatnya dan tidak dulu pulang ke rumahnya. Akhirnya setelah tiba, mereka membicarakan hal tersebut dan jelas yang kedua orang tuanya inginkan itu adalah seorang cucu dari Zahrana anak satu-satunya yakni untuk menikah.
Setelah ia mengetahui hal itu, ia pun berusaha mencari pendamping yang ia inginkan, namun usahanya sangat sulit karena Zahrana pada saat itu telah berusia 34 tahun, ia sedikit menyesal karena dulu ia banyak sekali menolak lamaran dari banyak lelaki. Pada akhirnya ada yang melamarnya, namun ia merasa risih terhadap orang itu, ia adalah Sukarman, dekannya di Fakultas Teknik. Ia pun akhirnya menolak dan sejak saat itu pula kehidupannya yang baik berubah menjadi buruk karena banyak sekali teror-teror dari Sukarman. Berbagai macam cobaan telah menimpa dirinya karena Sukarman itu.
Akhirnya ia mengundurkan diri dari Universitas Mangunkarsa, dan mencari ketenangan. Dia pergi ke sebuah yayasan dan disana pula ia mendapatkan pekerjaan yaitu sebagai guru di STM Al Fatah Mranggen, disana pula ia meminta bantuan kepada kiyai untuk membantunya mencari pasangan yang cocok dengannya, dan akhirnya ia mendapatkannya. Lelaki itu adalah seorang penjual kerupuk yang bernama Rahmad, Ia berusia 29 tahun.
Tapi penderitaannya belum berakhir, sehari sebelum ia menikah ia mengalami cobaan yang begitu berat, calon suaminya yang bernama Rahmad meninggal dunia karena tertabrak kereta api. Ini membuat Zahrana shok berat dan membuat ia pingsan sehingga dibawa kerumah sakit, sepulang dari rumah sakit ternyata lengkap sudah penderitaannya setelah mengetahui bahwa ayahnya pun meninggal dunia.
Pada hari kedua Ramadhan ia mendapatkan buah dari kesabarannya selama ini, ia mendapatkan berita bahwa Sukarman meninggal dunia entah apa penyebabnya yang jelas beritanya beredar disurat kabar dan dihari yang sama ia dilamar dan yang membuat terkejut, ia dilamar oleh seorang mahasiswa, yaitu muridnya yang pernah ia bimbing menyelesaikan skripsinya yang akhirnya dikandidatkan sebagai mahasiswa terbaik waktu itu. Siapakah dia? Lebih baik anda baca novelnya.
Novel ini sungguh luar biasa, Karena mengingatkan kita berbagai hal positif yang dapat diangkat dalam kehidupan kita. Banyak sekali nilai-nilai yang luar biasa yang dapat kita ambil didalamnya. Kisahnya membuat saya terharu dan sempat meneteskan air mata dan membuka hati juga menggugah jiwa pembaca, novel ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Jadi, jangan lupa anda baca novelnya dan yang paling penting jangan lupa dahulukan baca basmalah agar bermanfaat bagi kehidupan kita.

0 komentar:

Poskan Komentar